Oleh: dwaney | Mei 12, 2011

MAKALAH KEPERAWATAN ANAK Tentang BAYI POST MATURE

MAKALAH
KEPERAWATAN ANAK
Dr. Triyanto Saudin
Tentang BAYI POST MATURE

OLEH :
Dani Wijayanto
2009 1440 1018

STIKES BAHRUL ULUM LAB II BATU
KOTA WISATA BATU
2011

KATA PENGANTAR
Atas rahmat Allah SWT yang telah melimpahkan hidayah-Nya kepada kita semua sahingga penyusun dapat menyelesaikan tugas makalah “Keperawatan Anak tentang Bayi POST MATURE”.
Terima kasih kami ucapkan kepada Dr. Triyanto Saudin selaku koordinator Pendidikan dan dosen yang telah membimbing penyusun dalam penyelesaian makalah.
Kami menyadari bahwa makalah ini jauh dari sempurna, maka saran dan kritik sangat kami nantikan dari para mahasiswa dan pengajar sehingga akan semakin memperbaiki makalah ini. Akhir kata kami selaku penulis mengucapkan mohon maaf apabila ada kesalahan dan kami nerharap semoga makalah ini dapat memberi manfaat bagi para mahasiswa Akademik Perawat dan pembaca.

Penyusun

DAFTAR ISI

Kata Pengantar i
Daftar Isi ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang 1
1.2 Rumusan msalah 1
1.3 Tujuan ………………………………………………………………………2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Definisi 3
2.2 Etiologi 4
2.3 Patofisiologi 3
2.4 Manifestasi klinis 5
2.5 Klasifikasi 6
2.6 Diagnosis 6
2.6 Penatalaksanaan 6
BAB III PNUTUP
3.1 Kesimpulan 14
3.2 Saran dan Kritik 14
Daftar Pustaka

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Di dalam Rencana Strategi Nasional Making Pregnancy Safer di Indonesia 2001-2010 disebut bahwa dalam Rencana Pembangunan Kesehatan menuju Indonesia Sehat 2010, Making Pregnancy Safer mempunyai misi dan visi untuk mencapai Indonesia sehat 2010. Visi Making Pregnancy Safer adalah semua perempuan di Indosenia dapat menjalani kehamilan dan persalinan dengan aman dan bayi dilahikan hidup sehat. Sedangkan misinya adalah menurunkan kesakitan dan kematian ibu dan bayi baru lahir melalui pemantapan sistem kesehatan untuk menjamin ASKES terhadap intervensi yang cost-effective berdasarkan bukti ilmiah yang berkualitas, memberdayakan wanita, keluarga dan masyarakat dan mempromosikan kesehatan ibu dan bayi baru lahir yang lestari sebagai suatu prioritas dalam program pembangunan nasional. Dan tujuan Making Pregnancy Safer adalah menurunkan kesakitan dan kematian ibu dan bayi baru lahir di Indonesia (Depkes RI, 2001).
Kehamilan post date atau kehamilan lewat waktu ialah kehamilan yang umurnya lebih dari 42 minggu. (Hanifa, 2002)

1.2 Tujuan
Tujuan dari dibuatnya makalah ini adalah untuk memenuhi tugas KMB II dari dr. Triyanto Saudin.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Definisi
Kehamilan post date atau kehamilan lewat waktu ialah kehamilan yang umurnya lebih dari 42 minggu. (Hanifa, 2002)
Kehamilan post date adalah kehamilan yang melewati 294 hari atau 42 minggu lengkap. Diagnosa usia kehamilan lebih dari 42 minggu didapatkan dari perhitungan seperti rumus neagle atau dengan tinggi fundus uteri serial (Mansjoer, 2001)

2.2 Etiologi
Penyebab pasti belum diketahui, faktor yang dikemukakan adalah :
1. Hormonal, yaitu kadar progesteron tidak cepat turun walaupun kehamilan telah cukup bulan sehingga kepekaan uterus terhadap oksitosin berkurang.
2. Herediter, karena post naturitas sering dijumpai pada suatu keluarga tertentu
3. Kadar kortisol pada darah bayi yang rendah sehingga disimpulkan kerentanan akan stress merupakan faktor tidak timbulnya His
4. Kurangnya air ketuban
5. Insufiensi plasenta

2.3 Manifestasi Klinis

1. Tanda postterm dapat di bagi dalam 3 stadium (Sarwono Prawirohardjo) :
a. Stadium I
Kulit menunjukkan kehilangan verniks kaseosa dan maserasi berupa kulit kering, rapuh dan mudah mengelupas.
b. Stadium II
Gejala di atas disertai pewarnaan mekonium (kehijauan) pada kulit
c. Stadium III
Terdapat pewarnaan kekuningan pada kuku, kulit dan tali pusat
2. Tanda bayi Postmatur (Manuaba, Ida Bagus Gde, 1998)
a. Biasanya lebih berat dari bayi matur ( > 4000 gram)
b. Tulang dan sutura kepala lebih keras dari bayi matur
c. Rambut lanugo hilang atau sangat kurang
d. Verniks kaseosa di bidan kurang
e. Kuku-kuku panjang
f. Rambut kepala agak tebal
g. Kulit agak pucat dengan deskuamasi epitel

2.4 Diagnosis
Prognosis post date tidak seberapa sulit apabila siklus haid teratur dari haid pertama haid terakhir diketahui pasti. Dalam menilai apakah kehamilan matur atau tidak, beberapa pemeriksaan dapat dilakukan
1. Berat badan ibu turun dan lingkaran perut mengecil air ketuban berkurang
2. Pemeriksaan rontgenologik dengan pemeriksaan ini pada janin matur dapat ditemukan pusat osifikosi pada oscubuid, bagian distal femus dan bagian proksimal tubia, diameter bipariental kepala 9.8 cm lebih. Keberatan pemeriksaan ini adalah kemungkinan pengaruh tidak baik sinar rongten terhadap janin.
3. Pemeriksaan dengan USG
Dengan pemeriksaan ini diameter biparental kepala janin dapat diukur dengan teliti tanpa bahaya.Pemeriksaan menurut ginekologi.
4. Pemeriksaan sitologik liquoramni
Amniostopi dan periksa pH nya dibawah 7.20 dianggap sebagai tanda gawat janin
5. Pemeriksaan sitologik vagina untuk menentukan infusiesi plasenta dinilai berbeda – beda

2.5 Penatalaksanaan
1. Setelah UK > 40 minggu yang penting adalah monitoring janin sebaik – baiknya
2. Apabila tidak ada tanda – tanda insfusiensi plasenta persalinan spontan dapat ditunggu dengan pengawasan ketat
3. Lakukan pemeriksaan dalam untuk menilai kematangan serviks, kalau sudah matang boleh dilakukan induksi persalinan dengan atau tanpa amniotomi, Bila (a) riwayat kehamilan yang lalu ada kehamilan janin dalam rahim (b) Terdapat hipertensi, pre eklamsi dan (c) Kehamilan ini adalah anak pertama karena infertilitas, atau (d) pada Kehamilan lebih dari 40 – 42 minggu, maka ibu dirawat di RS
4. Tindakan operasi Sectio Caesarea dapat dipertimbangkan pada (a) insufisiensi plasenta dengan keadaan serviks belum matang, (b) pembukaan yang belum lengkap, persalinan lam, dan terjadi tanda gawat janin atau (c) Primigravida tua, kematian janin dalam kandungan, Pre Eklamsia, Hipertensi menahun, infertilitas dan kesalahan letak janin.
5. Pada persalinan pervaginam harus diperhatikan bahwa partus lama akan sangat merugikan bayi, janin Post Matur kadang – kadang besar dan kemungkinan CPP dan distosia janin perlu dipertimbangkan selain itu janin post date lebih peka terhadap sedatif dan norkosa, perawatan neonatus post date perlu dibawah pengawasan dokter anak.(Rustam : 1998).

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kehamilan post date adalah kehamilan yang melewati 294 hari atau 42 minggu lengkap. Diagnosa usia kehamilan lebih dari 42 minggu didapatkan dari perhitungan seperti rumus neagle atau dengan tinggi fundus uteri serial
3.2 Saran
Semoga Makalah ni dapat berguna bagi penyusun dan pembaca. Kritik dan saran sangat diharapkan untuk pengerjaan berikutnya yang lebih baik

DAFTAR PUSTAKA
1. Arif, mansjoer (2000). Kapita selekta kedokteran. Jakarta: EGC.
2. Behrman (2000). Nelson ilmu kesehatan anak. Jakarta: EGC.
3. Bobak (2005). Buku ajar keperawatn maternitas. Jakarta: EGC.
4. Doenges (2000). Rencana asuhan keperawatan; pedoman untuk perencanaan dan pendokumentasian perawatan pasien. Jakarta: EGC.


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: